Di era modern saat ini, banyak orang dengan aktivitas padat sering kali lupa makan, bekerja tanpa jeda, atau menunda waktu istirahat. Kebiasaan tersebut tampak sepele, namun bisa memicu masalah kesehatan serius seperti peningkatan asam lambung dan munculnya penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Penyakit ini bahkan dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani secara tepat.

Pada artikel kali ini, kita akan mengulas penjelasan dari dr. Andri Surandi, SpPD-KGEH, spesialis penyakit dalam dan konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, mengenai apa itu GERD, gejala utamanya, risiko, serta cara penanganannya.


Apa Itu GERD?

GERD adalah salah satu bentuk penyakit maag yang dibedakan oleh adanya refluks, yaitu naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus). Kondisi ini terjadi karena klep pada bagian bawah esofagus tidak bekerja dengan baik. Refluks dapat naik hingga ke rongga orofaring, yaitu area yang menjadi muara berbagai saluran penting seperti saluran telinga, hidung, dan tenggorokan.

Itulah sebabnya, penderita GERD tidak hanya merasakan gangguan pada lambung, tetapi juga dapat mengalami:

  • Batuk kronis yang tidak membaik
  • Sinusitis berulang
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Iritasi pada pita suara

Apabila tidak ditangani dengan baik, GERD dapat menimbulkan kerusakan yang lebih parah, termasuk perlengketan dan penyempitan esofagus yang dapat menyebabkan kesulitan menelan.


Faktor Risiko GERD

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami GERD antara lain:

  • Kelebihan berat badan
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi minuman beralkohol
  • Pola makan tidak teratur — terutama membiarkan perut kosong terlalu lama
  • Stres yang memicu peningkatan produksi asam lambung

Saat perut dibiarkan kosong terlalu lama, lambung secara otomatis memproduksi lebih banyak asam. Produksi asam yang berlebihan inilah yang dapat memicu refluks dan menyebabkan GERD.


5 Gejala Utama GERD yang Perlu Diwaspadai

Menurut penjelasan dr. Andri, terdapat lima gejala utama GERD yang paling sering muncul, yaitu:

  1. Rasa pahit atau asam di mulut
  2. Nyeri atau iritasi di tenggorokan akibat asam lambung yang naik
  3. Rasa panas di dada (heartburn)
  4. Sesak napas
  5. Kesulitan menelan apabila GERD sudah menyebabkan penyempitan esofagus

Jika Anda mengalami kelima gejala tersebut secara berulang, sebaiknya segera melakukan konsultasi ke dokter spesialis gastroenterologi.


Pemeriksaan Gastroskopi untuk GERD

Bagi pasien GERD yang tidak membaik meskipun sudah menjalani pengobatan dalam waktu lama, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan gastroskopi. Ini adalah prosedur untuk melihat kondisi esofagus, lambung, dan usus 12 jari secara langsung menggunakan kamera mini.

Beberapa poin penting dari pemeriksaan gastroskopi:

  • Prosedurnya cepat, hanya sekitar 5–10 menit
  • Tidak menimbulkan rasa sakit karena menggunakan anestesi ringan
  • Pasien dapat langsung bangun setelah tindakan
  • Dokter dapat melihat kondisi luka, lokasi, dan tingkat keparahannya secara jelas

Dengan hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan terapi yang paling tepat sesuai dengan tingkat keparahan GERD pasien.


Cara Mencegah dan Mengatasi GERD

Selain obat-obatan, hal terpenting dalam penanganan GERD adalah perbaikan pola hidup. Berikut beberapa anjuran dari dr. Andri:

  • Menurunkan berat badan bagi pasien yang overweight
  • Meningkatkan aktivitas fisik untuk membantu pergerakan (peristaltik) lambung dan usus
  • Menghindari merokok
  • Mengurangi konsumsi kopi dan makanan pemicu asam lambung
  • Makan teratur agar lambung tidak kosong terlalu lama
  • Hindari makan mendekati waktu tidur — beri jeda minimal 3 jam
  • Gunakan bantal lebih tinggi saat tidur untuk mencegah refluks naik ke kerongkongan
  • Kelola stres karena stres dapat memicu produksi asam lambung

Dengan memahami penyebab dan gejalanya, serta menerapkan pola hidup yang lebih sehat, GERD dapat dikendalikan dan dicegah agar tidak menimbulkan komplikasi lebih parah.


Penutup

GERD adalah penyakit yang umum namun sering diabaikan. Padahal, jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berdampak pada berbagai organ lain seperti tenggorokan, telinga, hingga saluran pernapasan. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala yang mengarah ke GERD, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter spesialis gastroenterologi.

Semoga artikel ini membantu meningkatkan pemahaman Anda tentang GERD dan pentingnya menjaga pola hidup sehat. Sampai jumpa di artikel kesehatan berikutnya!