Banyak orang mengalami keluhan lambung, mulai dari asam lambung naik, kembung, mual, hingga nyeri ulu hati. Bahkan tidak sedikit yang bingung ketika keluhan lambungnya justru diperiksa dengan USG jantung atau EKG. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apa hubungan antara asam lambung dengan jantung?

Berdasarkan penjelasan Dr. Hans Chandra, SpPD, masalah lambung memang sangat umum terjadi. Bahkan ia mengingat betul ucapan seorang dokter senior bahwa dua jenis obat yang paling laku di dunia adalah obat penenang dan obat lambung. Banyaknya stres dan pola hidup modern membuat gangguan lambung semakin sering ditemukan.


Bagaimana Proses Terjadinya Asam Lambung Naik?

Lambung berfungsi sebagai “pintu gerbang” makanan. Semua makanan yang masuk melalui mulut akan turun ke lambung untuk dihancurkan oleh asam lambung sebelum diteruskan ke usus 12 jari. Ketika produksi asam lambung meningkat atau cara makan tidak teratur, berbagai gejala bisa muncul:

  • Kembung
  • Mual atau muntah
  • Sendawa berlebihan
  • Gas menekan dada hingga terasa sesak
  • Asam lambung naik ke tenggorokan (GERD/refluks)
  • Banyak lendir atau rasa mengganjal di tenggorokan
  • Batuk lama yang tidak kunjung sembuh
  • Pusing dan berdebar akibat tekanan gas

Ketika asam lambung naik ke kerongkongan (gastroesophageal reflux), muncullah gejala perih, nyeri dada, serta sesak yang kadang menyerupai keluhan jantung.


Mengapa Gangguan Lambung Bisa Disangka Penyakit Jantung?

Banyak pasien datang dengan keluhan nyeri dada, kembung hebat, hingga berdebar. Saat diperiksa, dokter menemukan tekanan gas yang besar dari lambung yang mendorong ke atas. Akibatnya, pasien sering salah mengira bahwa dirinya mengalami masalah jantung.

Namun ada hal yang penting: penyakit jantung juga bisa menimbulkan gejala yang mirip dengan sakit lambung.

Beberapa ciri nyeri jantung yang perlu diwaspadai:

  • Nyeri dada kiri menjalar ke bahu, punggung, atau lengan kiri
  • Berkeringat dingin
  • Lemas
  • Tekanan darah turun
  • Muntah-muntah (pada serangan jantung inferior)

Jika seseorang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, obesitas, perokok, atau usia di atas 60 tahun, maka keluhan nyeri dada dan muntah tidak boleh dianggap sepele. Pemeriksaan rekam jantung (EKG) sangat penting untuk memastikan apakah gejalanya berasal dari jantung atau lambung.


Kapan Asam Lambung Berbahaya?

Asam lambung yang meningkat terus menerus dapat menyebabkan beberapa kondisi:

  • Gastritis – radang lambung akibat iritasi asam lambung
  • GERD – asam lambung naik ke kerongkongan
  • Tukak lambung – luka pada lambung yang dapat menyebabkan muntah darah
  • Feses hitam – tanda perdarahan lambung
  • Muntah terus-menerus

Jika sudah muncul BAB hitam seperti kecap, muntah darah, atau nyeri yang sangat kuat, kondisi ini harus segera mendapat penanganan medis.


Tiga Penyebab Utama Asam Lambung Naik

Menurut Dr. Hans, ada tiga faktor besar yang menyebabkan asam lambung meningkat:

1. Makanan Penyebab Asam Lambung Naik

  • Makanan pedas
  • Makanan asam
  • Kafein (kopi, teh, cokelat)
  • Minuman bersoda atau minuman berkarbonasi
  • Susu, yoghurt, keju (bisa memicu gas pada sebagian orang)
  • Obat pereda nyeri (painkiller/NSAID)
  • Antibiotik tertentu
  • Vitamin dosis tinggi (misalnya vitamin C 1000 mg terus-menerus)
  • Obat steroid

2. Cara Makan yang Salah

  • Makan terlalu cepat tanpa mengunyah dengan baik
  • Tidak sarapan lalu makan besar di sore hari
  • Langsung tidur setelah makan
  • Porsi makan berlebihan

Mengunyah perlahan sangat membantu karena air liur mengandung enzim pencernaan. Ketika makanan sudah halus, beban kerja lambung menjadi jauh lebih ringan.

3. Pikiran dan Emosi (Faktor Psikologis)

Stres, cemas, takut, marah, dan tekanan mental adalah pemicu paling kuat asam lambung.

Ketika stres, tubuh melepaskan hormon adrenalin dan kortisol. Kedua hormon ini merangsang produksi asam lambung sehingga muncul:

  • Perih di perut
  • Nafas terengah-engah
  • Gas naik ke dada
  • Kembung hebat

Ada kisah seorang pasien yang bertahun-tahun bergantung pada obat lambung. Namun setelah bertemu teman-teman lama dan tertawa bersama, ia justru tidak merasakan sakit lambung sama sekali meski minum kopi. Inilah bukti bahwa hati yang gembira dapat membantu penyembuhan.


Pengobatan Asam Lambung yang Umum Digunakan

Obat yang biasanya diberikan dokter antara lain:

  • Antasida – menetralkan asam lambung
  • PPI (Proton Pump Inhibitor) – menghambat produksi asam
  • Obat penghilang gas – mengurangi kembung dan sendawa
  • Obat pengatur gerak lambung – menormalkan peristaltik

Obat penenang kadang diberikan jika penyebabnya adalah kecemasan berlebihan. Namun penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter, tidak boleh sembarangan.


Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?

Segera periksa apabila Anda mengalami:

  • Nyeri dada hebat
  • Muntah darah atau BAB hitam
  • Muntah terus menerus
  • Keringat dingin dan lemas
  • Tekanan darah turun
  • Riwayat hipertensi, diabetes, kolesterol, atau usia di atas 60 tahun

Kesimpulan

Asam lambung adalah masalah umum tetapi tidak bisa dianggap remeh. Penyebabnya bisa berasal dari makanan, cara makan, hingga stres. Gejalanya sering menyerupai penyakit jantung, sehingga pemeriksaan medis sangat penting untuk memastikan diagnosis yang tepat.

Menjaga pola makan, mengelola stres, dan mengenali gejala bahaya adalah langkah terbaik untuk mengendalikan asam lambung.


Untuk yang ingin berkonsultasi langsung mengenai masalah lambung dan jantung, Anda bisa mengikuti sesi live di YouTube Gutok TV atau Instagram @gtop.id.