Banyak orang sering berkata, “Saya telat makan nanti asam lambungnya naik nih.” Padahal, tidak semua rasa perih di perut disebabkan oleh asam lambung. Bahkan, beberapa kondisi justru bisa lebih serius ketika muncul gejala seperti feses hitam seperti kecap atau nyeri dada yang disangka GERD.

Pada artikel ini, kita merangkum penjelasan lengkap dari Dokter Irsan Hasan, Spesialis Penyakit Dalam dan Subspesialis Gastroenterologi, mengenai masalah pencernaan yang sering dialami anak muda dan pekerja kantoran.


Asam Lambung Bukan Satu-Satunya Penyebab Perih di Perut

Asam lambung adalah cairan penting yang berfungsi untuk:

  • Mencerna dan menghancurkan makanan,
  • Membunuh kuman yang masuk bersama makanan,
  • Membantu proses penyerapan nutrisi.

Namun ketika lapisan pelindung lambung melemah, asam ini bisa menimbulkan iritasi hingga luka. Tetapi faktanya, tidak semua perih karena asam lambung. Bisa jadi karena kontraksi lambung, gas berlebih, atau radang non-infeksi.

Itulah sebabnya, telat makan memang membuat lapar dan lemas, namun tidak otomatis menyebabkan lambung berlubang atau asam lambung naik.


Apa Itu Maag? Benarkah Setiap Perih Disebut Maag?

Kata "maag" berasal dari bahasa Belanda yang artinya lambung. Tetapi di Indonesia, maag sering disalahartikan sebagai asam lambung tinggi.

Dalam dunia medis, maag paling sering merujuk pada gastritis, yaitu peradangan lambung. Penyebabnya bisa:

  • Non-infeksi (paling sering),
  • Infeksi oleh bakteri atau virus,
  • Obat-obatan tertentu,
  • Pola makan yang tidak teratur,
  • Stres.

Jika perut terasa perih dan kembung berhari-hari tanpa demam, besar kemungkinan itu radang non-infeksi.


GERD Bukan Maag — Ini Bedanya!

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi saat cairan lambung naik ke esofagus akibat lemahnya katup antara lambung dan kerongkongan.

Gejala khas GERD adalah:

  • Rasa panas di dada (heartburn),
  • Asam naik ke tenggorokan,
  • Sering sendawa dan mual.

Karena lokasi nyerinya berada dekat jantung, gejala GERD sering disalahartikan sebagai serangan jantung.

Mengapa Katup Bisa Lemah?

  • Efek samping obat (misalnya obat darah tinggi atau asma),
  • Asam lambung terlalu tinggi sehingga mendorong katup terbuka,
  • Kelainan anatomis seperti hiatal hernia.

GERD bisa sembuh jika penyebabnya jelas, tetapi kasus GERD fungsional (tanpa kelainan organ) biasanya lebih sulit hilang.


Kapan Harus Endoskopi?

Endoskopi bukan langkah pertama. Namun harus dilakukan jika muncul red flag seperti:

  • Muntah darah,
  • BAB hitam seperti kecap (tanda perdarahan lambung),
  • Penurunan berat badan cepat tanpa sebab,
  • Nyeri hebat tak kunjung membaik meski sudah minum obat,
  • Kecurigaan kanker lambung atau usus.

Jika feses hitam seperti kecap, besar kemungkinan ada luka dan perdarahan di lambung.


Mengapa Satu Meja Makan Sama, Tapi Yang Sakit Hanya Satu Orang?

Kasus ini sering terjadi pada makanan seperti pizza atau makanan berlemak lainnya. Penyebabnya bisa:

  • Jumlah virus atau bakteri yang menempel berbeda pada tiap potongan,
  • Asam lambung seseorang terlalu lemah sehingga kuman tidak mati,
  • Sistem imun sedang menurun sehingga infeksi lebih mudah terjadi.

Jadi meskipun makanannya sama, reaksi tubuh bisa sangat berbeda.


Pengaruh Stres Pada Asam Lambung

Pikiran sangat berhubungan dengan pencernaan melalui gut-brain axis atau sumbu otak-usus.

Ketika stres:

  • Otak memengaruhi saraf,
  • Saraf memengaruhi hormon,
  • Hormon mengganggu fungsi lambung.

Itulah alasan kenapa banyak pekerja kantoran atau anak muda sering mengeluh perut perih saat stres.


Kesimpulan

Masalah perut bisa memiliki banyak penyebab, bukan hanya asam lambung. Tidak semua perih adalah maag, dan tidak semua nyeri dada adalah GERD. Bahkan stres dapat memicu gangguan pencernaan tanpa adanya kelainan organ.

Jika Anda mengalami gejala berat atau berulang, sebaiknya konsultasikan langsung ke dokter spesialis gastroenterologi.


Ingin artikel kesehatan lainnya?

Kunjungi blog ini secara berkala untuk mendapatkan informasi kesehatan yang akurat dan mudah dipahami.